MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI ATAS AWAN

 

Pemandangan lima Candi utama dengan berbagai gaya arsitektur di komplek wisata Candi Arjuna. Foto: Instagram.com/@Yudiguntara81

Mungkin tidak asing bagi warga Dieng dengan situs peninggalan candi Arjuna yang ada di sana. Terletak di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Di perkiraan candi-candi yang terdapat dikawasan Dieng menempati area seluas 90 hektar dan baru sebagian kecil candi yang baru ditemukam. Kompleks Percandian Arjuna dengan luas komplek 1 hektar  memiliki kisah sejarah yang begitu menarik untuk di kulik.

            Komplek candi Arjuna memiliki sekitar lima bangunan candi, yaitu Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Selain Candi Semar, keempat candi lain merupakan candi utama yang digunakan sebagai tempat sembayang kecuali Candi Semar. Ornament yang terdapat pada lima bangunan candi di bangun pada masa yang berbeda. Candi Arjuna  merupakan candi yang pertama di bangun sekitar abad ke-7 hingga ke-9 masehi diperkirakan menjadi candi tertua di jawa, Candi Arjuna dibangun pada masa dinasti sanjaya dari mataram kuno. sementara candi Sembadra merupakan candi terakhir yang dibuat.

            Kompleks candi ini pertama kali ditemukan pada abad ke-18 oleh seorang tentara Belanda, Theodorf Van Elf. Saat pertama kali ditemukan, kondisi candi sedang tergenang air. Upaya penyelamatan candi dilakukan pertama kali oleh H. C. Corneulius yang berkebangsaan Inggris, sekitar 40 tahun setelah candi tersebut ditemukan. Usahanya kemudian dilanjutkan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama J. Van Kirnbergens.

            Dari keempat candi utama memiliki tujuan yang berbeda yaknin Candi Arjuna, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra, merupakan candi yang dibuat untuk menyembah Dewa Syiwa. Sementara Candi Srikandi dibangun untuk menyembah Trimurti (tiga dewa) yaitu Syiwa, Brahma, dan Wisnu. Kemudian Candi semar merupakan candi sarana bagi Candi Arjuna. Candi sarana sendiri merupakan candi yang digunakan sebagai tempat berkumpul atau menunggunya para umat sebelum masuk ke candi utama.

             Demikian peninggalan sejarah candi yang ada di dataran tinggi Dieng. Sebagai warga negara Indonesia alangkah baiknya kita menjaga peninggalan sejarah yang ada di Indonesia agar sejarah yang ada sampai hingga anak cucu kita kelak dapat menikmati sejarah yang ada di Indonesia.

Komentar