MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI
ATAS AWAN
Mungkin tidak asing
bagi warga Dieng dengan situs peninggalan candi Arjuna yang ada di sana. Terletak
di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Di perkiraan
candi-candi yang terdapat dikawasan Dieng menempati area seluas 90 hektar dan
baru sebagian kecil candi yang baru ditemukam. Kompleks Percandian Arjuna dengan
luas komplek 1 hektar memiliki kisah
sejarah yang begitu menarik untuk di kulik.
Komplek
candi Arjuna memiliki sekitar lima bangunan candi, yaitu Candi Arjuna, Candi
Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Selain Candi Semar,
keempat candi lain merupakan candi utama yang digunakan sebagai tempat
sembayang kecuali Candi Semar. Ornament yang terdapat pada lima bangunan candi
di bangun pada masa yang berbeda. Candi Arjuna
merupakan candi yang pertama di bangun sekitar abad ke-7 hingga ke-9
masehi diperkirakan menjadi candi tertua di jawa, Candi Arjuna dibangun pada
masa dinasti sanjaya dari mataram kuno. sementara candi Sembadra merupakan
candi terakhir yang dibuat.
Kompleks
candi ini pertama kali ditemukan pada abad ke-18 oleh seorang tentara Belanda,
Theodorf Van Elf. Saat pertama kali ditemukan, kondisi candi sedang tergenang
air. Upaya penyelamatan candi dilakukan pertama kali oleh H. C. Corneulius yang
berkebangsaan Inggris, sekitar 40 tahun setelah candi tersebut ditemukan.
Usahanya kemudian dilanjutkan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama J. Van
Kirnbergens.
Dari
keempat candi utama memiliki tujuan yang berbeda yaknin Candi Arjuna, Candi
Puntadewa, dan Candi Sembadra, merupakan candi yang dibuat untuk menyembah Dewa
Syiwa. Sementara Candi Srikandi dibangun untuk menyembah Trimurti (tiga dewa)
yaitu Syiwa, Brahma, dan Wisnu. Kemudian Candi semar merupakan candi sarana
bagi Candi Arjuna. Candi sarana sendiri merupakan candi yang digunakan sebagai
tempat berkumpul atau menunggunya para umat sebelum masuk ke candi utama.
Demikian peninggalan sejarah candi yang ada di
dataran tinggi Dieng. Sebagai warga negara Indonesia alangkah baiknya kita menjaga
peninggalan sejarah yang ada di Indonesia agar sejarah yang ada sampai hingga
anak cucu kita kelak dapat menikmati sejarah yang ada di Indonesia.

Komentar
Posting Komentar